Storyline:
Kedua murid Merlin, Balthazar Blake dan Maxim Horvath terus saja berseteru beratus-ratus tahun memperebutkan guci berisi arwah Morgana dengan tujuan yang berbeda. Balthazar tetap ingin mengurung Morgana yang telah merenggut nyawa kekasihnya Victoria di masa lampau sedangkan Maxim ingin membebaskan Morgana yang dapat membantunya menguasai dunia dengan sihir terkuat. Di masa modern, Balthazar secara tidak sengaja bertemu dengan bocah Dave Stutler yang kelihatannya mewarisi kekuatan Merlin. Sayang lewat suatu insiden, Balthazar dan Maxim terkurung dalam sebuah guci. 10 tahun kemudian, Dave yang beranjak remaja tengah mendekati gadis impiannya semenjak kecil, Becky Barnes dan secara tidak sengaja harus kembali terlibat dalam perebutan kekuasaan sihir tersebut demi menjaga perdamaian dunia.
Comment:
Konon diilhami dari animasi Walt Disney pertama, Fantasia yang mengorbitkan karakter Mickey Mouse, film ini kembali mengupas dunia sihir dan permasalahan umumnya yaitu perseteruan dua penyihir senior dan bagaimana mereka mencari murid masing-masing untuk memperpanjang hegemoninya. Selebihnya tidak ada yang baru sehingga anda hanya perlu duduk manis di dalam bioskop dan dengan mudah mereka-reka adegan apa yang ditampilkan berikutnya. Very predictable! Kemampuan CGI nya terasa terlalu “sederhana” untuk masa sekarang ini. Beruntung alunan Secret nya OneRepublic mampu membangun mood di beberapa scene.
Bagaimana dengan karakterisasinya? Sejujurnya saya sudah agak muak melihat Cage yang seakan kejar setoran dalam 5-10 tahun terakhir dengan berbagai peranan yang nyaris serupa penjiwaannya. Kita pernah menyaksikan gaya mentornya yang tidak berbeda jauh dalam remake Bangkok Dangerous ataupun Kick-Ass baru-baru ini. Baruchel yang “suara”nya dipuji dalam How To Train Your Dragon malah terdengar “sengau” disini dan sedikit banyak penampilannya mengingatkan saya akan Tria The Changcuters. Keluguannya disini sedikit mengganggu sehingga sulit mengundang simpati penonton yang seharusnya muncul. Sayang sekali melihat Belucci hanya menjadi pemanis belaka dan memang tokoh Veronica tidak diberikan banyak ruang selain fakta “love interestnya” Balthazar dan Maxim sekaligus.
Selayaknya produksi Bruckheimer yang lebih menjual spesial efek daripada aspek-aspek lain sebuah film yang lebih penting, Turteltaub memperparah hasil akhirnya dengan eksekusi skrip yang sangat standar. Alhasil The Sorcerer’s Apprentice hanyalah modernisasi dari versi klasik Disney yang sebetulnya tidak buruk, hanya saja tidak akan meninggalkan kesan apapun setelah menyaksikannya.
Download HF:
Download RS: